Ke Australia Dengan Work and Holiday Visa

Leave a Comment
Mari langsung lompat ke pertanyaan utama dan yang paling sering ditanyakan, Work and Holiday Visa itu apa sih?

Work and Holiday Visa atau visa bekerja dan berlibur adalah visa yang mengizinkan kita untuk tinggal di Australia selama setahun dan bisa bekerja juga, beda dengan tourist visa yang maksimal masa tinggalnya 3 bulan dan tidak memperbolehkan kita untuk bekerja selama masa visa itu.

Kok bisa tau ada visa kayak gini? dapat infonya darimana? apa ada tempat khusus di Medan untuk tanya tanya soal Work and Holiday Visa?

Apply Work and Holiday Visa


Jadi begini ceritanya, aku tau tentang visa ini mungkin sekitar April 2016. Sebelumnya aku udah cari cari visa semacam ini lewat googling sejak semester akhir kuliah tapi ga dapat. Waktu itu malah ketemu WWOOF. WWOOF atau World Wide Opportunities on Organic Farms merupakan program menjadi volunteer di kebun (bisa juga peternakan) dengan imbalan akomodasi juga bonus ilmu tentang berkebun. Karena menarik, jadi aku kepikiran untuk ikut ini tapi waktu search lagi aku rada lupa keyword nya jadi aku asal tulis seingat ku dan ketemu WHV Facebook. apa ini? aku coba klik dan ternyata ini link ke sebuah grup di facebook. aku coba scroll sebentar beberapa postingan anggota grup dan akhirnya aku coba baca noted grup. setelah beberapa menit baca aku langsung

YA AMPUUUNNN, TERNYATA BENERAN ADA YANG SELAMA INI AKU COBA CARI

aku baca pelan pelan beberapa postingan lagi dan ketemu salah satu postingan tentang gathering yang bakal diadakan di Medan. Aku coba ikut biar tau lebih banyak. Waktu itu kami ngumpul di Warung Kopi Srikandi Merdeka Walk. Banyak juga yang hadir dan sebagian besar lagi di tahap pengurusan visa sedangkan yang lain pada udah lama tau (aku tau sekitar setengah bulannya xD). Disini aku jadi banyak dapat informasi yang lebih jelas dan ketemu teman-teman yang mau ambil visa ini juga.

Work and Holiday Visa untuk Indonesia masuk di subclass 462 dan ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi (ini syarat untuk tahun pertama ya)

- Berusia 18 - 30 tahun
- Memiliki jenjang pendidikan tinggi minimal udah kuliah 2 tahun (ga harus S1, D3 juga bisa kok, yang nulis ini salah satu contoh nyatanya)
- Punya sertifikat IELTS dengan minimal score 4.5 (bisa juga TOEFL IBT, OET, dan lainnya tapi aku kurang paham yang ini karena aku pakai IELTS)
- Memiliki paspor yang berlaku sekurang-kurangnya 12 bulan
- Tidak disertai istri atau suami (jadi masing-masing ajukan visa)
- mempunyai keuangan yang cukup untuk tinggal di masa awal yaitu AUD5000 yang dibuktikan dengan surat referensi bank

Untuk ketentuannya: maksimal bekerja 6 bulan di satu perusahaan (ini yang masih tertera di situs indonesia.embassy.gov.au, tapi sejak November 2018 pemerintah Australia sudah mengeluarkan pengumuman yang mengizinkan WHV holder untuk bekerja di satu perusahaan lebih dari 6 bulan (bisa dicek di homeaffairs.gov.au), jadi ga perlu lagi cari kerjaan baru kalau udah nyaman di tempat kerja lama :D)




Ada 1000 kuota WHV setiap tahunnya untuk WHV tahun pertama dan perhitungan kuota dihitung bulan Juli mengikuti Australian Financial Year. Kalau udah lengkap syaratnya, ini tahapan untuk mengajukan WHV:

1. Melakukan registrasi di imigrasi.go.id untuk mendapatkan SRPI atau Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia (harus ke Jakarta untuk wawancara).

Di wawancara nanti ada beberapa dokumen yang harus dilampirkan yaitu form registrasi, KTP, akta kelahiran, paspor, Ijazah atau surat keterangan mahasiswa aktif minimal 2 tahun, sertifikat kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku, surat referensi bank, dan pas foto terakhir 4x6 warna. (mulai 2018, wajib menyertakan SKCK juga)

Selama wawancara bawa dokumen asli dan fotokopi. Untuk yang fotokopi, dokumen dilampirkan di map biru sesuai urutan yang ditulis tadi. Wawancara dilakukan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris atau bisa juga keduanya, kalau aku dulu awalnya diwawancara dengan bahasa Indonesia, eh tau-tau disuruh ngerangkum semua percakapan kami sebelumnya dengan bahasa Inggris. Tapi tenang aja pertanyaannya sederhana kok, seperti "tau WHV darimana?" "kerjaan selama di Indonesia apa?" "kesana mau ngapain?"
oh ya untuk mendapatkan SRPI ini tidak ada dipungut biaya dan akan dikirim paling cepat seminggu setelah wawancara jadi pastikan alamat e-mail jangan salah ya. SRPI berlaku selama 30 hari

2. Setelah mendapatkan SRPI, selanjutnya adalah mengajukan visa ke AVAC (Australia Visa Application Centre).

Kalau tidak salah selain di Jakarta, AVAC ada juga di Bali. Untuk yang udah terlanjur pulang ke kota asalnya, berkas bisa dikirim tapi pembayaran dilakukan dengan kartu kredit. Saran untuk yang dari luar Jakarta, kalau bisa jangan langsung pulang setelah wawancara karena ada beberapa yang dapat SRPI 4 hari setelah wawancara, atau cara lainnya adalah dengan nitip dokumen ke keluarga yang di Jakarta terus minta tolong antar ke AVAC  kalau udah dikirimin SRPI

Dokumen untuk ajukan visa di AVAC: form aplikasi visa, fotokopi paspor, 1 foto ukuran paspor, SRPI, surat referensi bank, ijazah atau surat keterangan mahasiswa aktif, sertifikat kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku, dan CV


3. Medical Check Up


Setelah berkas diajukan, dari kedutaan Australia akan mengirim HAP ID yang akan digunakan saat melakukan medical check up. Selanjutnya adalah buat janji di medical check up yang hanya bisa di tempat yang sudah ditunjuk dari kedutaan (ada dicantumkan di e-mail yang dikirim bersamaan dengan HAP ID). Untungnya ada juga di Medan jadi tidak perlu ke luar kota lagi yaitu di Pramita jalan Diponegoro. Buat janji bisa melalui e-mail dan untuk yang perempuan, kalau haid langsung kabarin ke e-mail tadi biar dikasih ulang jadwal medical check up.


4. Selamat menunggu


Setelah melakukan medical check up, hasilnya akan dikirim langsung oleh dokter ke kedutaan Australia dan sedihnya kita ga ada dikasih hasilnya (kecuali yang ternyata ada TBC). Diterima atau tidaknya pengajuan visa akan dikabari melalui e-mail dan untuk rentang waktunya bervariasi. Kalau beruntung ada yang satu hari langsung granted dan ada yang sebulan atau lebih baru granted. Kalau aku untuk Work and Holiday Visa tahun pertama ini granted sekitar 3 bulan lebih karena kuota habis jadi granted sekitar bulan Juli 2017

Deg-degan dan ga tenang rasanya selama proses menunggu ini walaupun banyak yang bilang pasti granted. Tapi ternyata iya sih, selama kita ga melalukan pemalsuan dokumen dan ga ada TBC kemungkinan besar granted. Terus yang punya TBC ga bisa dong? tetap bisa dengan melakukan perawatan sampai flek hilang (atau semacam itu). Salah satu temanku ternyata ada flek di paru-paru nya dan dia harus melakukan perawatan yang berkala di rumah sakit, tapi setelah dipastikan udah baik-baik aja visa dia granted kok :D

Biaya mengajukan Work and Holiday Visa

Aku ga terlalu ingat detail nya karena mulai urus WHV sejak September 2016, tapi untuk IELTS dan visa, harganya ga terlalu jauh naik dari yang aku dengar akhir-akhir ini.

IELTS                                                              Rp.2.800.000
Visa + Biaya Logistikn VFS                           Rp.5.005.000
Medical Check Up                                          Rp.700.000
(terakhir med check Oktober 2018 untuk 2nd year bayar 740ribu)
Tiket PP Medan - Jakarta                                Rp.1.700.000

Untuk biaya lainnya seperti les bahasa Inggris, penginapan dan pengeluaran selama di Jakarta aku rasa tiap orang beda-beda jadi ga dimasukin yaa. Untuk tabungan AUD5000 atau sekitar 50 juta, itu ga harus punya kita dan kalau visa udah granted udah bisa ga diendapin, malah ada yang tabungannya udah kurang 50 juta setelah dapat SRPI





Itu dulu tentang Work and Holiday Visa Subclass 462 Australia dan tahapan mengajukan visa nya. Maaf kalau masih kurang lengkap dan jelas. Kalau masih ada yang mau ditanya atau ada yang menggantung di hati dan pikiran, kolom komentar terbuka untuk semua kecuali komen judi bola dan poker xD

0 komentar:

Posting Komentar