Bisa Untung Karena Nabung, Kenapa ngga?

Minggu, 20 Januari 2019, aku yang setiap akhir pekan biasanya lebih memilih beraktivitas di rumah apapun itu baik bekerja atau bersantai, hadir bersama beberapa teman bloger Medan lainnya di Pesta Jutawan SOBATKU yang diadakan di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Medan yaitu Ringroad Citywalk di jalan Gagak Hitam.

Pesta Jutawan SOBATKU Medan


Pesta Jutawan SOBATKU merupakan acara undian Grand Prize untuk para pengguna SOBATKU yang diadakan setiap periode 3 bulan dengan hadiah yang buat makin semangat mau nabung kedepannya. Ada satu hadiah utama 100JT untuk satu orang, 4 Paket Umroh SOBATKU untuk 4 orang, dan puluhan hadiah lainnya yang totalnya milyaran rupiah. Dan beruntungnya kita, SOBATKU memberikan tambahan hadiah 1 paket umrah dan puluhan hadiah uang tunai khusus untuk warga Sumatera Utara dalam program Jutawan SOBATKU.

Tentang SOBATKU


SOBATKU adalah tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Sejati. Sebelumnya aku cerita tentang KSP Sahabat Mitra Sejati dulu ya, jadi mereka sudah ada sejak tahun 2009. Sampai sekarang KSP Sahabat Mitra Sejati punya jaringan lebih dari 120 kantor di seluruh Indonesia dan sudah punya ijin dari OJK.


Pesta Jutawan SOBATKU Medan


Oke lanjut ke SOBATKU. SOBATKU hadir untuk menjawab perkembangan fintech (financial technology) dengan fitur menabung dan transaksi yang ,mudah, praktis, dan gratis! Hanya dengan nonor handphone, kita bisa punya no rekening untuk menabung dan mendapat layanan seperti di perbankan hanya dengan menggunakan handphone. Dan lebih praktisnya lagi, ini sangat cocok untuk siapa saja yang cukup sibuk sampai tidak sempat ke cabang bank untuk menabung, kenapa? karena bisa menabung di alfamart dan alfamidi seluruh Indonesia loh. Selain itu menabung juga bisa lewat transfer bank atau sesama pengguna SOBATKU.

Pesta Jutawan SOBATKU Medan
suka nih sama SOBATKU yang acaranya banyak spot foto yang kece


SOBATKU bisa digunakan sebagai cara untuk memanfaatkan uang kita yang nganggur untuk mendapatkan keuntungan lebih dan menarik. SOBATKU bisa digunakan untuk membeli keperluan harian seperti pulsa dengan gratis biaya pembelian untuk nominal tertentu, mudah tarik tunai di Alfamart/Alfamidi, biaya yang sangat murah untuk transfer ke bank yaitu cuma Rp.4.000 dan tidak ada saldo minimal plus tanpa biaya administrasi. Terakhir dan yang paling mantap, setiap pengguna SOBATKU yang menabung akan mendapatkan poin yang setiap 3 bulan akan diundi dengan hadiah undian 100 juta dan jadiah utama lainnya yang udah aku sebutkan tadi. Dengan maksimal tabungan Rp.20.000.000 SOBATKU sangat fair dalam memenangkan pengguna di undian dan memungkinkan siapa saja memang asal rajin menabung :D .Makin untung lagi, setiap pemenang undian menerima hadiah bersih tanpa dipotong pajak karena sudah ditanggung oleh SOBATKU! Jadi jangan percaya kalau ada pihak yang meminta pajak hadiah mengatasnamakan SOBATKU.

Aman ga? SOBATKU dikembangkan dengan sistem keamanan yang sangat baik dan bisa menjamin puluhan ribu pengguna SOBATKU untuk menabung dan bertransaksi dengan tenang. SOBATKU juga senantiasa menghimbau pengguna untuk tetap waspada dan selalu mengenal beragam tindak kejahatan yang ditargetkan ke transaksi perbankan online. Seperti mengganti PIN secara berkala, merahasiakan PIN, pertanyaan keamanan, dan kode OTP. Jangan lupa untuk tetap waspada apalagi di saat transfer, jika ada transaksi yang tidak dikenal, bisa hubungi call center SOBATKU atau email ke PICSOBATKU@sahabat-ukm.com


Pesta Jutawan SOBATKU Medan
banyak yang ga sabar nugguin undian nih


Fitur  dan Update terbaru dari SOBATKU:

  • Fungsi transfer dan pembayaran dengan fitur QR Code
  • Top Up Gopay baik untuk driver maupun customer
  • Menu favorit untuk transaksi yang rutin dilakukan
  • Pembayaran di merchant-merchant ternama seperti KFC dan elevenia.
  • Belanja di Alfamart dengan SOBATKU, melengkapi fitur yang sudah ada sebelumnya yaitu setor dan tarik tunai di SOBATKU.
  • Pembayaran Parkir bekerjasama dengan Secure Parking 
  • Fitur Pembayaran Tiket KAI

Kedepannya, SOBATKU akan mengembangkan saving plan untuk para pengguna yang ingin membuat tabungan berjangka dan berinvestasi. Nantinya juga para pengguna bisa melakukan pinjaman online. Selain itu bakal ada fitur donasi, pembayaran asuransi, dan merchant partner pastinya

Pesta Jutawan SOBATKU di Medan bareng Nowela


Pesta Jutawan SOBATKU dibuka dengan beberapa lomba seperti Modelling dan Dance Competition. Karena pengundian dilakukan di sore hari, pengunjung yang baru tau SOBATKU dan ingin mendaftar bisa langsung ikutan nabung dan ikut undian juga. Pesta Jutawan SOBATKU juga dihadiri oleh Ceppy Y Mulyana (ketua KSP Sahabat Mitra Sejati), Henky Suryaputra (perwakilan Bank Sahabat Sampoerna), Oktavia Laksmi (head of SOBATKU).

"Berkaca dari pengundia di Bandung Oktober 2018 lalu, antusiasme masyarakat untuk mengikuti Pesta Jutawan SOBATKU sangat tinggi. Oleh karenannya kali ini semua orang yang hadir, selama memiliki KTP Sumatera Utara, bisa ikut. Jadi tidak terbatas untuk warga Medan saja, tapi seluruh warga yang berdomisili di Sumatera Utara" ujar Ceppy Y Mulyana.


Pesta Jutawan SOBATKU Medan


"Medan adalah urutan no.6 terbesar pengguna SOBATKU, kami ingin lebih dikenal di seluruh Indonesia, maka dari itu kami ingin lebih dekat dengan pengguna SOBATKU yang loyal dan memiliki potensi besar" ujar Oktavia Laksmi.

"Kami juga memberikan hadiah tambahan. seperti hadiah satu paket umroh SOBATKU dan puluhahn hadiah lainnya, khusus warga Sumatera Utara" tambah mbak Oktavia.

Sore pun semakin meriah dengan  kehadiran Nowela sang jebolan Indonesian Idol. Sisi depan panggung semakin ramai dan semakin petjah di saat Nowela mengajak kami semua untuk bernyanyi bersama. Nowela juga sempta turun ke panggung untuk duet dengan beberapa pengunjung. Gerimis sempat turun tapi justru membuat Nowela dan kami makin semangat buat nyanyi bareng xD


Pesta Jutawan SOBATKU Medan


Pesta Jutawan SOBATKU Medan


Pengundian pun dilakukan dan beberapa pemenang naik ke panggung, sedih karena belum memang? tenang karena bakal ada undian grand prize lagi dan jangan lupa kalau ada undian bulanan dari SOBATKU.

Masih belum download aplikasi SOBATKU? yuk download sekarang! sudah tersedia di Play Store dan Apps Store

Persiapan ke Sydney, Australia

17 Juli 2017, inbox ku kedatangan e-mail yang sudah lama kunanti, yep, akhirnya visa work and holiday ku dapat keterangan granted dari imigrasi Australia. Aku senang dan rasanya ga sabar ingin kesana secepatnya.


Vivid Sydney 2018
Vivid Sydney 2018

Tapi, sebagai orang yang bisa dibilang ga pernah ke luar negeri (sebenarnya pernah, tapi waktu itu hanya setengah hari di Singapore itu pun dibimbing kesana kemari) aku pun harus mempersiapkan semuanya sematang mungkin untuk meminimalisir semua kendala yang mungkin bakal terjadi. Selama proses pengurusan visa work and holiday, aku bergabung di beberapa grup WHV dan berusaha untuk selalu update informasi terbaru (ini yang paling sering update: grup facebook WHV Indonesia), aku mencatat beberapa informasi yang aku anggap penting untuk disana nanti.

Ada beberapa kota di Australia yang cocok untuk menjadi tempat awal berjuang dan semua kota punya sisi baik dan kurang baiknya masing-masing. Setelah terus membaca, membandingkan, dan bertanya ke beberapa teman, akhirnya aku memutuskan untuk ke Sydney.

Khawatir? pasti. Bahkan waktu itu aku berniat untuk menyamakan waktu dengan siapa saja yang akan berangkat ke Sydney. Sialnya, tidak ada yang ke Sydney sekitar Agustus pada waktu itu (ntah la, padahal sebelumnya pada rame berangkat hahaha). Waktu terus berlalu dan aku semakin tidak mendapat tanggal pasti untuk berangkat sampai suatu hari salah satu anggota grup membagi informasi tentang lowongan pekerjaan ditempat dia bekerja. Sekitar seminggu berlalu dan sepertinya dia masih belum menemukan orang yang mau bekerja disana. Suatu hari yang lain, orang yang sama membagi info tentang salah satu warga Indonesia yang juga anggota grup WHV Indonesia mencari tenant untuk unit/flat baru.


Sydney Central Station

Waktu itu akhir Agustus, setelah berpikir sampai bosan xD aku beli tiket keberangkatan untuk awal September. Cukup tiba-tiba memang tapi apa boleh buat, waktu itu aku ngerasa kalau makin ditunda makin ga jadi perginya dan ah sudahlah coba nekat aja pergi ๐Ÿ˜†

Aku pun mulai menghubungi anggota WHV yang baru buka unit dan setelah ngobrol tentang bagaimana unit nya nanti, bagaimana cara sampai ke unit nya dari airport, dan lain lainnya akhirnya aku memutuskan untuk tinggal disana. Syukurnya, my future landlord berbaik hati mau menjemput di airport nanti jadi kemungkinan aku bakal nyasar jadi semakin kecil hahaha.

Selanjutnya aku juga menghubungi teman yang kemarin berbagi informasi soal kerjaan untuk memberitahu aku bakal datang dan aku siap kerja disana kalau manager nya masih membutuhkan tambahan pekerja. Urusan di Sydney nanti aku anggap beres dan setelah itu aku mencari informasi apa aja yang sebaiknya dibawa supaya ga bawa barang yang ga begitu berguna atau yang gampang ditemuin disana (tapi tetap aja bawa indomie walaupun dikasih tau disana gampang dapatnya ๐Ÿคฃ)




Aku membawa baju untuk kebutuhan seminggu ditambah kemeja putih dan celana hitam. Dari yang aku baca, kemeja putih dan celana hitam diperlukan untuk masa training bekerja, walaupun pada akhirnya tidak pernah kupakai karena tempatku bekerja tidak memiliki aturan tertentu soal pakaian. Terus aku bawa obat dan sisanya cuma keperluan untuk masa-masa awal tinggal, makanya total bagasi cuma 17-18kg waktu itu hahaha padahal sampe beli 35kg

Jadi itu semua hal-hal yang aku persiapkan sebelum berangkat ke Sydney. Walaupun ada beberapa hal yang terjadi tidak sesuai perkiraan setelah sampai di sana, setidaknya aku punya gambaran bagaimana cara mengatasinya.

5 Taman Favoritku di Sydney. Kamu Suka Yang Mana?

Sydney merupakan salah satu kota besar di Australia juga menjadi kota yang padat penduduk. Sydney termasuk kota yang sering masuk di dalam daftar tujuan berlibur karena selain modern banyak bangunan lama yang indah masih berdiri ditambah dengan fasilitas yang lengkap untuk para pelancong. Banyak yang bisa dikunjungi di Sydney mulai dari pantai, mall, museum, dan taman.

Ngomongin soal taman, ada banyaakkk taman di Sydney. Hampir setiap suburb punya taman dan bahkan di pusat kota yang penuh dengan bangunan. Kalau lagi senggang atau lagi pingin cari tempat yang tenang, biasa aku bakal cari taman. Nah, selama WHV-an di Sydney, ini 5 taman di area Sydney CBD yang aku suka.

1 Hyde Park

Aku rasa ini taman terbesar yang berlokasi di pusat kota Sydney. Hyde Park merupakan taman terbuka tertua di Australia dengan luas 16.2 hektar berbentuk persegi panjang yang satu sisinya berbentuk bundar. Banyak turis atau warga lokal yang sering bersantai disini sekalian mengerjakan tugas sekolah, sekedar berkumpul bersama teman, atau makan siang untuk mereka yang bekerja tidak jauh dari taman. Hyde Park punya dua stasiun di tiap sisi. Ada St James Station di sisi yang mengarah ke Sydney Opera House dan disisi ini kita bisa melihat St Mary's Cathedral yang berdiri megah dan semakin cantik setelah sisi kiri atapnya direnovasi. Sisi lain Hyde Park memiliki pohon yang lebih rimbun, ada ANZAC War Memorial di tengahnya dan Museum Station di ujung taman.


ANZAC War Memorial Hyde Park Sydney
ANZAC War Memorial




Jika haus, di taman ini ada tap water untuk minum langsung atau mengisi lagi botol air yang kita bawa, jadi lebih baik bawa botol air karena selain mahal, repot juga harus jalan cari toko yang menjual air mineral.



2 Victoria Park

Victoria Park termasuk taman yang besar juga dan karena lokasinya yang berdekatan dengan University of Sydney, taman ini ramai dilalui mahasiswa karena banyak juga yang ngekos di sekitar sana. Victoria Park punya tempat BBQ dan taman bermain untuk anak kecil jadi di saat weekend taman ini pun ramai oleh keluarga yang santai bersama anak-anaknya.


Victoria Park Sydney NSW


Dulunya Victoria Park merupakan bagian dari Grose Farm yang pada tahun 1853 dijadikan bagian dari jalan masuk menuju University of Sydney, salah satu universitas terkece di Sydney. Lebih lengkap lagi, ada kolam dan danau kecil di taman ini bernama Lake Northam yang cantik dipandang di sore hari. Ada yang unik di Victoria Park yaitu ada tiang totem di sudut selatan taman, totem ini dipahat oleh Simon Charlie, orang Quamichan yang berasal dari Vancouver Island.



3 Prince Alfred Park

Prince Alfred Park tidak serimbun Hyde Park dan Victoria Park yang penuh dengan pohon besar yang menjulang tinggi. Selain punya tempat BBQ taman ini punya kolam dan ada beberapa lapangan seperti tenis dan basket, karena itu Prince Alfred Park lebih ramai di sore hari oleh oorang-orang yang jalan-jalan sore bersama anjingnya atau sekumpulan anak muda yang berolahraga. Lokasinya juga dekat dengan Central Station sehingga taman ini kerap dijadikan jalan alternatif untuk mereka yang menghindari keramaian di jalan utama.



4. Redfern Park

Bisa dibilang aku terlambat menemukan taman ini. Aku ketemu Redfern Park setelah tinggal hampir 3 bulan di Redfern. Sering gitu kan ya, kita mainnya lebih milih yang jauh daripada sekitaran rumah ๐Ÿ˜†. Redfern Park ga sengaja aku temukan ketika lagi jalan-jalan sore tanpa arah. Taman ini tidak terlalu besar tapi punya tempat BBQ, benerapa meja, dan ada stadion mini di pinggir taman. Disini banyak merpati jadi hati-hati juga ya kalau lagi duduk di bangku yang di atasnya pohon rimbun.


Redfern Park Sydney


Redfern Park berlokasi di antara perumahan jadi suasana di sini lebih tenang dari taman yang kuceritakan sebelumnya. Oh ya, satu yang menarik disini adalah taman ini dipenuhi oleh pohon palem yang berjejer rapi.



5. Belmore Park

Aku akui, dibanding empat taman sebelumnya, Belmore Park adalah taman yang paling biasa. Taman ini tidak terlalu besar, pohon yang tidak terlalu rimbun menjulang sangat tinggi, bangku tidak banyak dan sebagian besar memiliki bercak kotoran burung.

Tapi, taman yang paling sering dilalui orang ini merupakan taman favoritku. Ntah la, aku terkadang bingung kenapa. Mungkin kalau dipikir pikir, ini karena Belmore Park adalah taman yang pertama kujumpai ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di Australia.


Belmore Park Sydney


Belmore Park berlokasi tepat di depan Central Station, stasiun tersibuk di Sydney. Taman dengan pohon yang besar, manusia yang berlalu lalang, merpati dan camar yang terbang kesana kemari berburu sisa makanan, gelandangan berpakaian tebal yang tidur di atas bangku taman mungkin merupakan pemandangan yang sangat asing waktu itu sehingga Belmore Park menjadi taman paling berkesan. Kalau lagi jalan-jalan di sekitaran city dan setelah itu capek atau bingung mau kemana lagi, biasanya aku bakal duduk di taman ini untuk sekedar melamun atau memperhatikan orang-orang yang lewat.







Itulah 5 taman favoritku selama tinggal di Sydney, kira kira udah kebayang kan gimana tamannya? Kalau kamu suka yang mana? ๐Ÿ˜†

Ke Australia Dengan Work and Holiday Visa

Mari langsung lompat ke pertanyaan utama dan yang paling sering ditanyakan, Work and Holiday Visa itu apa sih?

Work and Holiday Visa atau visa bekerja dan berlibur adalah visa yang mengizinkan kita untuk tinggal di Australia selama setahun dan bisa bekerja juga, beda dengan tourist visa yang maksimal masa tinggalnya 3 bulan dan tidak memperbolehkan kita untuk bekerja selama masa visa itu.

Kok bisa tau ada visa kayak gini? dapat infonya darimana? apa ada tempat khusus di Medan untuk tanya tanya soal Work and Holiday Visa?

Apply Work and Holiday Visa


Jadi begini ceritanya, aku tau tentang visa ini mungkin sekitar April 2016. Sebelumnya aku udah cari cari visa semacam ini lewat googling sejak semester akhir kuliah tapi ga dapat. Waktu itu malah ketemu WWOOF. WWOOF atau World Wide Opportunities on Organic Farms merupakan program menjadi volunteer di kebun (bisa juga peternakan) dengan imbalan akomodasi juga bonus ilmu tentang berkebun. Karena menarik, jadi aku kepikiran untuk ikut ini tapi waktu search lagi aku rada lupa keyword nya jadi aku asal tulis seingat ku dan ketemu WHV Facebook. apa ini? aku coba klik dan ternyata ini link ke sebuah grup di facebook. aku coba scroll sebentar beberapa postingan anggota grup dan akhirnya aku coba baca noted grup. setelah beberapa menit baca aku langsung

YA AMPUUUNNN, TERNYATA BENERAN ADA YANG SELAMA INI AKU COBA CARI

aku baca pelan pelan beberapa postingan lagi dan ketemu salah satu postingan tentang gathering yang bakal diadakan di Medan. Aku coba ikut biar tau lebih banyak. Waktu itu kami ngumpul di Warung Kopi Srikandi Merdeka Walk. Banyak juga yang hadir dan sebagian besar lagi di tahap pengurusan visa sedangkan yang lain pada udah lama tau (aku tau sekitar setengah bulannya xD). Disini aku jadi banyak dapat informasi yang lebih jelas dan ketemu teman-teman yang mau ambil visa ini juga.

Work and Holiday Visa untuk Indonesia masuk di subclass 462 dan ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi (ini syarat untuk tahun pertama ya)

- Berusia 18 - 30 tahun
- Memiliki jenjang pendidikan tinggi minimal udah kuliah 2 tahun (ga harus S1, D3 juga bisa kok, yang nulis ini salah satu contoh nyatanya)
- Punya sertifikat IELTS dengan minimal score 4.5 (bisa juga TOEFL IBT, OET, dan lainnya tapi aku kurang paham yang ini karena aku pakai IELTS)
- Memiliki paspor yang berlaku sekurang-kurangnya 12 bulan
- Tidak disertai istri atau suami (jadi masing-masing ajukan visa)
- mempunyai keuangan yang cukup untuk tinggal di masa awal yaitu AUD5000 yang dibuktikan dengan surat referensi bank

Untuk ketentuannya: maksimal bekerja 6 bulan di satu perusahaan (ini yang masih tertera di situs indonesia.embassy.gov.au, tapi sejak November 2018 pemerintah Australia sudah mengeluarkan pengumuman yang mengizinkan WHV holder untuk bekerja di satu perusahaan lebih dari 6 bulan (bisa dicek di homeaffairs.gov.au), jadi ga perlu lagi cari kerjaan baru kalau udah nyaman di tempat kerja lama :D)




Ada 1000 kuota WHV setiap tahunnya untuk WHV tahun pertama dan perhitungan kuota dihitung bulan Juli mengikuti Australian Financial Year. Kalau udah lengkap syaratnya, ini tahapan untuk mengajukan WHV:

1. Melakukan registrasi di imigrasi.go.id untuk mendapatkan SRPI atau Surat Rekomendasi Pemerintah Indonesia (harus ke Jakarta untuk wawancara).

Di wawancara nanti ada beberapa dokumen yang harus dilampirkan yaitu form registrasi, KTP, akta kelahiran, paspor, Ijazah atau surat keterangan mahasiswa aktif minimal 2 tahun, sertifikat kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku, surat referensi bank, dan pas foto terakhir 4x6 warna. (mulai 2018, wajib menyertakan SKCK juga)

Selama wawancara bawa dokumen asli dan fotokopi. Untuk yang fotokopi, dokumen dilampirkan di map biru sesuai urutan yang ditulis tadi. Wawancara dilakukan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris atau bisa juga keduanya, kalau aku dulu awalnya diwawancara dengan bahasa Indonesia, eh tau-tau disuruh ngerangkum semua percakapan kami sebelumnya dengan bahasa Inggris. Tapi tenang aja pertanyaannya sederhana kok, seperti "tau WHV darimana?" "kerjaan selama di Indonesia apa?" "kesana mau ngapain?"
oh ya untuk mendapatkan SRPI ini tidak ada dipungut biaya dan akan dikirim paling cepat seminggu setelah wawancara jadi pastikan alamat e-mail jangan salah ya. SRPI berlaku selama 30 hari

2. Setelah mendapatkan SRPI, selanjutnya adalah mengajukan visa ke AVAC (Australia Visa Application Centre).

Kalau tidak salah selain di Jakarta, AVAC ada juga di Bali. Untuk yang udah terlanjur pulang ke kota asalnya, berkas bisa dikirim tapi pembayaran dilakukan dengan kartu kredit. Saran untuk yang dari luar Jakarta, kalau bisa jangan langsung pulang setelah wawancara karena ada beberapa yang dapat SRPI 4 hari setelah wawancara, atau cara lainnya adalah dengan nitip dokumen ke keluarga yang di Jakarta terus minta tolong antar ke AVAC  kalau udah dikirimin SRPI

Dokumen untuk ajukan visa di AVAC: form aplikasi visa, fotokopi paspor, 1 foto ukuran paspor, SRPI, surat referensi bank, ijazah atau surat keterangan mahasiswa aktif, sertifikat kemampuan bahasa inggris yang masih berlaku, dan CV


3. Medical Check Up


Setelah berkas diajukan, dari kedutaan Australia akan mengirim HAP ID yang akan digunakan saat melakukan medical check up. Selanjutnya adalah buat janji di medical check up yang hanya bisa di tempat yang sudah ditunjuk dari kedutaan (ada dicantumkan di e-mail yang dikirim bersamaan dengan HAP ID). Untungnya ada juga di Medan jadi tidak perlu ke luar kota lagi yaitu di Pramita jalan Diponegoro. Buat janji bisa melalui e-mail dan untuk yang perempuan, kalau haid langsung kabarin ke e-mail tadi biar dikasih ulang jadwal medical check up.


4. Selamat menunggu


Setelah melakukan medical check up, hasilnya akan dikirim langsung oleh dokter ke kedutaan Australia dan sedihnya kita ga ada dikasih hasilnya (kecuali yang ternyata ada TBC). Diterima atau tidaknya pengajuan visa akan dikabari melalui e-mail dan untuk rentang waktunya bervariasi. Kalau beruntung ada yang satu hari langsung granted dan ada yang sebulan atau lebih baru granted. Kalau aku untuk Work and Holiday Visa tahun pertama ini granted sekitar 3 bulan lebih karena kuota habis jadi granted sekitar bulan Juli 2017

Deg-degan dan ga tenang rasanya selama proses menunggu ini walaupun banyak yang bilang pasti granted. Tapi ternyata iya sih, selama kita ga melalukan pemalsuan dokumen dan ga ada TBC kemungkinan besar granted. Terus yang punya TBC ga bisa dong? tetap bisa dengan melakukan perawatan sampai flek hilang (atau semacam itu). Salah satu temanku ternyata ada flek di paru-paru nya dan dia harus melakukan perawatan yang berkala di rumah sakit, tapi setelah dipastikan udah baik-baik aja visa dia granted kok :D

Biaya mengajukan Work and Holiday Visa

Aku ga terlalu ingat detail nya karena mulai urus WHV sejak September 2016, tapi untuk IELTS dan visa, harganya ga terlalu jauh naik dari yang aku dengar akhir-akhir ini.

IELTS                                                              Rp.2.800.000
Visa + Biaya Logistikn VFS                           Rp.5.005.000
Medical Check Up                                          Rp.700.000
(terakhir med check Oktober 2018 untuk 2nd year bayar 740ribu)
Tiket PP Medan - Jakarta                                Rp.1.700.000

Untuk biaya lainnya seperti les bahasa Inggris, penginapan dan pengeluaran selama di Jakarta aku rasa tiap orang beda-beda jadi ga dimasukin yaa. Untuk tabungan AUD5000 atau sekitar 50 juta, itu ga harus punya kita dan kalau visa udah granted udah bisa ga diendapin, malah ada yang tabungannya udah kurang 50 juta setelah dapat SRPI





Itu dulu tentang Work and Holiday Visa Subclass 462 Australia dan tahapan mengajukan visa nya. Maaf kalau masih kurang lengkap dan jelas. Kalau masih ada yang mau ditanya atau ada yang menggantung di hati dan pikiran, kolom komentar terbuka untuk semua kecuali komen judi bola dan poker xD

Yang Buat Betah dan Ga di Australia

Sudah beberapa bulan berlalu sejak aku pulang dari Australia. Dengan program WHV (apa itu WHV? nanti aku jelasin yaa), aku berkesempatan tinggal satu tahun di Australia dan bisa bekerja secara legal untuk membiayai kehidupan disana. Di negeri kangguru ini, aku pertama kali menginjakkan kaki di salah satu kota besar di Australia yaitu Sydney. Sydney aku pilih setelah baca tulisan sana sini tentang pengalaman anak WHV lainnya dan sepertinya bakal menjadi tempat yang paling aman untuk memulai satu tahun di Australia.



Setelah tinggal tiga bulan di Sydney, aku bersama beberapa teman satu kerja pindah ke suatu kota kecil di Queensland bernama Mareeba. Kami pindah kesini untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan tahun kedua (2nd year WHV) agar bisa tinggal lebih dari setahun di Australia. Lima bulan dihabiskan untuk memenuhi syarat 88 hari 2nd year dan setelah itu aku menghadiahi diri dengan liburan ke Brisbane selama 14 hari dan 10 hari di Melbourne. Liburan selesai dan aku kembali ke Sydney untuk bekerja di tempat kerja pertama sekaligus menghabiskan sisa waktu WHV yang pada waktu itu tinggal sekitar tiga bulan lagi.

Yep jadi itulah rangkuman kemana aja aku selama setahun di Australia. Selama tinggal disini, ada beberapa hal yang membuatku betah untuk tinggal lebih lama disini.

Transportasi Umum


Ga heran kenapa warga disini banyak yang jalan kaki jika dibandingkan dengan mereka yang mengendarai kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Disini ada tiga moda transportasi yang bisa kamu pilih ketika ingin bepergian ke tempat yang cukup jauh jika dilakukan dengan jalan kaki yaitu train, bus, dan light trail (disini aku lebih cerita tentang transportasi di Sydney karena aku menghabiskan waktu cukup lama di Sydney yaitu sekitar 6 bulan). Train merupakan yang paling populer di Sydney karena waktunya yang hampir selalu tepat waktu, kalaupun telat biasanya paling lama sekitar 2-3 menit. Untuk Sydney, khusus minggu tarif train jadi sangat murah yaitu AUD2,5 seharian!




Bus cocok untuk menjangkau beberapa tempat yang yang sulit dijangkau dengan train seperti perumahan, bus juga lebih banyak hanya saja lebih sering terlambat karena macet dan di beberapa suburbs (pinggiran kota), bus hanya ada sampai jam 9.30 malam. Light trail atau biasa juga disebut tram, yang ini belum banyak di Sydney dan beberapa jalurnya masih dalam tahap pembangunan sampai sekarang.


Sulitnya menemukan sampah bececeran


Ya, walaupun tetap ada, tapi termasuk sulit untuk menemukan sampah bececeran disini. Apa karena tong sampah yang sangat banyak? Ga juga. Ada beberapa waktu aku harus nyimpan bungkus makananku di tas sampai ketemu tong sampah terdekat. Kalau diperhatikan, ini karena memang kesadaran dari warganya. Seperti di taman contohnya, ketika mereka sedang menikmati makan siang dengan makanan takeaway nya, mereka bakal mengumpulkan sampah nya dan membawa ke tong sampah terdekat, walaupun di sekitar taman tidak ada tulisan "hanya binatang yang buang sampah sembarangan disini"




Ada juga contoh lain, waktu itu aku lagi di pantai yang memperbolehkan membawa peliharaan dan terlihat beberapa pengunjung yang berjalan-jalan sore di sekitar pantai bersama anjingnya. Salah satu anjing pup di pasir pantai dan dengan sigap sang pemilik mengenakan sarung tangan plastik, mengambil pup anjingnya, memasukkannya ke plastik yang sudah mereka bawa, kemudian membuangnya ke tong sampah.

Suhu


Untuk orang yang tidak terlalu tahan dingin seperti aku, suhu di Australia termasuk tidak terlalu tinggi sekalipun itu sedang di musim panas. Sinar matahari memang sangat menyengat terkadang apalagi ketika lagi cerah, tapi tetap saja rasanya ga begitu gerah karena angin yang berhembus. Angin ini juga yang membuat badan ga keringatan walaupun jalan kaki jauh (dulu pernah jalan kaki dari Sydney Opera House ke rumah yang jaraknya 5,1km hahahah).

Tempat wisata gratis dan terawat


Ini nih yang buat tiap akhir pekan selalu semangat buat keluar rumah. Banyak tempat yang bisa dikunjungi seperti taman, museum, perpustakaan, pantai, festival, dan lainnya yang sebagian besar gratis tis tiiisss. Asiknya lagi, tempat tempat ini walaupun gratis tapi bersih dan terawat ditambah pengunjung juga yang ga seenaknya ngerusakin atau ngotorin. Malah dulu aku sering ke satu danau (Lake Eacham) di daerah Queensland yang sepertinya ga ada yang jagain, tapi pengunjung udah paham aja kalau piknik bawa bekal tuh ntar sampahnya dikumpulin terus dibuang, abis BBQ an langsung diberesin dan dibersihkan buat pengunjung selanjutnya.

Manly Beach Sydney
Manly Beach di Sydney

Seni Jalanan


Disini banyak juga yang ngamen sekaligus unjuk kebolehan khususnya di pusat kota. Menariknya, mereka ngamen dengan alat-alat yang lengkap jadi ga bosan liatinnya sampai selesai. Untuk pelukis atau kaligrafer, kita juga bisa beli karyanya. Di kota-kota besar, beberapa sisi kota dihiasi graffiti yang kalau beruntung, bisa lihat langsung si seniman lagi ngelukis sisi dinding yang masih kosong.



Sebenarnya masih ada hal-hal lain yang buat makin nyaman disini, tapi rasanya sulit kalau ditulis disini karena beberapa hanya di kota tertentu saja, mungkin akan dibahas di tulisan selanjutnya. Tapi, dimanapun itu, tetap aja ada yang buat ngemalesin. Ini nih kalau menurut aku.

Transportasi umum


Ga selamanya transportasi umum bisa diandalkan, kenapa? Jawabannya adalah trackwork dan roadwork! nah, disini itu kalau lagi ada jalan atau rel yang rusak, mereka perbaiki di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Mungkin karena kalau hari biasa akan sangat mengganggu untuk orang yang bekerja. Nah, weekend yang biasanya dipakai untuk jalan-jalan pun kadang bisa jadi batal karena ini. Perjalanan ke satu tempat yang menghabiskan 20 menit, bisa jadi satu jam atau lebih karena trackwork. Malah, lebih parah lagi, terkadang tidak ada jadwal pasti jadi kita hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Tapi, biasanya selama trackwork (lebih sering trackwork dibanding roadwork) bakal ada bus pengganti train, hanya saja bus ini tidak terlalu banyak dan tujuannya pun terbatas, kzl kadang jadinya.

Cuaca


Seperti yang aku ceritain tadi, walaupun panas, tapi rasanya ga gerah karena angin yang berhembus. Sisi ga enaknya nih, disini tingkat kelembapannya rendah dan ditambah angin tadi, kulit jadi kering. Mesti rajin rajin deh pake lotion, apalagi kalau untuk aku yang kerja ditempat yang buat tangan makin kering. Kadang bisa jadi gatal atau perih (sempat iritasi juga) karena kulit terlalu kering.

Sydney Opera House


Ini aja sih kalau secara garis besar. Kalau aku pribadi lebih banyak yang buat aku suka disini, makanya betah hehe