Jalan Jalan ke Tana Toraja Sehari, Bisa Kemana Aja? (Bagian 2)

By Wina Silfanna - Rabu, April 01, 2020

Walaupun Tana Toraja sangat jauh dari Medan dan aku cuma punya waktu satu hari di sini, tapi tetap saja aku tidak membuat daftar tempat wisata yang aku ingin datangi di hari-hari sebelumnya. Tana Toraja memang menarik, tapi tidak pernah ada di travel list ku sebelumnya.

Di parkiran, aku kembali mengecak beberapa blog tentang wisata Tana Toraja yang sudah aku bookmark. Aku mengecek beberapa tempat dan membandingkan jaraknya dari tempatku sekarang, Ke'te' Kesu'. Destinasi objek wisata Tana Toraja ysng selanjutnya kupilih adalah kuburan Londa, sekitar 20 menit dengan sepeda motor.



Objek wisata gua Londa



Perjalanan menuju Londa tidak sulit karena keadaan jalan yang tidak terlalu buruk. Hanya saja lagi lagi aku hampir kesasar karena sinyal yang hilang dan GPS yang ntah kenapa justru semakin membingungkan. Tapi tetap saja akhirnya sampai jadi anggap aja sedikit nyasarnya untuk melihat lebih Tana Toraja :D

Setelah memarkirkan motor, aku melihat loket karcis dan langsung menuju kesana. Harga tiket masuk gua Londa untuk warga Indonesia Rp.15.000. Mungkin untuk turis mancanegara harganya Rp.30.000 juga seperti di Ke'te' Kesu'.


Objek wisata gua Londa
loket tiket masuk


Objek wisata Londa memiliki parkiran yang lebih luas dibanding Ke'te' Kesu' dan lebih banyak toko cinderamata dan oleh-oleh di sini. Aku mulai berjalan menaiki tangga dan satu dari beberapa bapak-bapak yang memegang lampu teplok/minyak menghampiriku. Dia menawarkan jasa tur keliling di dalam gua kuburan Londa. Harganya Rp.50.000 kalau tidak salah untuk sekali tur dan bisa sekeluarga, karena aku hanya sendirian rasanya cukup mahal juga ya.


Objek wisata gua Londa
gua Londa dari kejauhan


Tapi, kalau dipikir lagi, kapan lagi aku ke sini? Akhirnya aku pun mengiyakan tur dalam gua Londa. Setelah naik tangga, aku melihat kuburan Londa dari kejauhan yang tampak seperti rumah. Kami harus berjalan menurun menuju kesana. Sampai di depan gua, peti mati dan patung berjejer di depan. Si bapak menawarkan diri untuk memfotoku tapi aku menolak 'ga usah, pak. Terima kasih, saya sukanya foto pemandangan sama motoin hehehe"

Londa merupakan areal pemakaman dalam gua alam. Gua ini sudah berumur ratusan tahun dan masih digunakan sampai sekarang. Gua Londa memiliki panjang ± 1 km. Jenasah ditempatkan beberapa tingkat sesuai stratanya. Di atas punggung gua terdapat benteng pertahanan yang bernama Tarangenge'. Dulu orang yang mengunjungi pemakaman ini wajib memohon izin dengan membawa sirih, pinang, atau kembang. Sangat tabu bagi pengunjung untuk memindahkan atau mengambil tulang belulamg, tengkorak, jenasah, atau benda lainnya dalam gua.


Objek wisata gua Londa


Objek wisata gua Londa


Objek wisata gua Londa


Itu tadi merupakan penjelasan yang aku dapat di dekat pintu masuk menuju Londa. Si bapak tour guide gua Londa pun mulai bercerita tentang gua ini ketika kami mulai memasuki gua. Aku melihat ada banyak tumpukan rokok dan air mineral kemasan berukuran gelas. Awalnya aku kira itu sampah, tapi ternyata itu sesajen yang diberikan dari keluarga untuk mereka yang telah meninggal.


pintu masuk gua Londa


Objek wisata gua Londa


Ada beberapa peti yang diletakkan di bagian atas gua dan mulai lapuk, sebagian tulang tengkorak pun jatuh ke bawahnya. Si bapak bilang setiap keluarga punya gua pemakamannya masing-masing, jadi ini bukan semacam pemakaman umum yang semua warga sekitar bisa dimakamkan di dalamnya. Si bapak merupakan salah satu keturunan dari keluarga yang dimakamkan di sini dan iya berkata kelak dia akan dimakamkan di sini.

Aku bertanya bagaimana dengan keluarga yang jauh dari tempat ini? si bapak bilang bisa dikuburkan dulu di sekitar tempat ia meninggal dan keluarganya bisa membawa ke gua ini jika mampu. Tempat pemakaman umum juga tetap ada di Tana Toraja.


Objek wisata gua Londa


Objek wisata gua Londa


Aku dibawa ke salah satu peti yang didepannya ada dua tengkorak kepala dan tulang. Si bapak berkata "tau kisah Romeo dan Juliet?" 'iya, pak' "nah ini tengkorak dari dua pasangan yang ga direstui orang tuanya dulu dan berakhir seperti cerita Romeo dan Juliet" 'hhoo gitu ya pak'

yah setidaknya mereka dimakamkan di tempat yang sama.


Objek wisata gua Londa


Jadi, karena dalamnya mencapai 1 km, pengunjung bisa memilih untuk menyusuri sampai ke dalam atau setengah saja karena yang akan dilihat tidak akan jauh berbeda. Aku memilih untuk meyusuri sampai ke ujung. Oh ya, tidak hanya peti dan tengkorak, sepanjang menyusuri gua aku melihat stalaktit. Ini pertama kalinya aku melihat stalaktit dan degan bentuknya yang unik, aku penasaran ingin memegang. Aku bertanya ke si bapak apakah boleh memegang stalaktit di sini dan katanya boleh.


objek wisata gua Londa



Objek wisata gua Londa


Sampai di ujung gua, aku kira bakal berupa tempat sempit yang penuh stalaktit. Ternyata tidak, sisi ujung seperti ruang besar yang aku bisa dengan mudah berjalan tanpa takut terpleset. Si bapak tour guide Londa berkata kalau gua ini masih bisa disusuri lebih jauh lagi, hanya saja ruangnya cukup sempit dan berbahaya. Tapi ada beberapa orang yang datang kemari demi menyusuri gua ini sampai keujung, si bapak bilang dulu pernah ada turis mancanegara yang punya hobi menyusuri gua dan menyusuri gua Londa jauh sampai ke ujung satunya.


Objek wisata gua Londa


Di ujung gua, aku minta si bapak untuk mengambil fotoku. Mungkin si bapak berpikir "haaa tadi katanya ga mau, sukanya foto pemandangan doang". Kami pun beranjak keluar dari gua dan woooppsss! aku hampir terpleset, syukur si bapak cepat tanggap dan kuat juga. Semoga dia ga berpikir "buset ini anak udah kebanyakan nanya sepanjang jalan, berat pula" xD

Untuk masuk ke dalam gua Londa tidak harus dengan tour guide. Pengunjung bisa menjelajahi sendiri tanpa menyewa pemandu. Tapi karena sebagian besar yang datang ke sini adalah wisatawan dari luar kota, kebanyakan memilih untuk menggunakan jasa tour guide, aku salah satunya.


Objek wisata gua Londa





Setelah keluar dari gua, aku mengambil beberapa foto dan video objek wisata kuburan gua Londa. Aku berterima kasih ke si bapak dan kemudian menuju parkiran, bersiap ke perjalanan selanjutnya.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar